Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2009

Hotel Seruni - Puncak, with dogers

Lystia dan Daud tiba di Jakarta pada tanggal 9 November, dan doger2 sudah menyiapkan diri untuk melewati week end bersama Lystia.

Rencana awal kita mau ke Pulau Ayer, tapi sayang ngak bisa terjadi karena Management Pulau Ayer menargetkan minimum 14 orang baru kapal di berangkatkan kepulau tersebut, dan harapan adanya tambahan peserta dari group lain tidak terlaksana, sehingga impian untuk tidur ditengah deburan ombak, gagal total.... (eh.. tapi bersyukur lho... karena pada hari yang telah direncanakan yakni tanggal 12 November, Jakarta dilimpahi hujan yang sangat deras, sampai banjir masuk rumah gue, untung ngak pergi ke pulau, kalo tetep pergi, ngeri dan khawatir juga karena pasti ombaknya besar, wah....), yang pasti selalu ada hikmah dibalik segala sesuatu, oleh karena itu bersyukurlah senantiasa, wuih... wuih....

Akhirnya kita putuskan menjalankan Plan B yakni menginap di Hotel Seruni - Puncak, dan ini jadwal acaranya.

Jam 8 kumpul di Bakmi Abun - Gg. Kelinci (restoran favorit waktu masih remaja, tempatnya masih seperti dulu, rasa bakmi nya juga ngak berubah banyak, tetep maknyus).


Trus... tancap ke Bogor untuk makan siang, tapi berhubung masih kepagian, kita mampir ke Tajur, si Tia beli baju batik buat oleh2 dan beli sandal buat sehari2 selama dia di Jakarta.

Makan siang di Kareus (duh.. ngak tau gimana nulisnya, maap kalo salah), dan pesanan kita, pasti soup ikan gurame pedes, ikan gurame goreng gaing, karedok, kangkung hotplate, pepes tahu dan pepes jamur ditambah dengan teh jahe yang menghangatkan dan menyegarkan.




Kami disambut hujan yang deras begitu mobil Comel memasuki Hotel Seruni sekitar jam 3, acara selanjutnya, acara yang dinanti-nanti, pembagian hadiah dari Lystia, dan kita semua dapet kaos, tank top, body lotion, kuteks.

Malam dilanjutkan dengan makan sate, sop, tongseng, gulai kambing di Rest. Sinta di Cipanas, sayurnya lagi-lagi kangkung yang menjadi permintaan khusus sang tamu, mungkin di Amrik ngak ada kangkung kali yah...

Cerita akan gue lanjutin setelah gue terima foto2 di Seruni dari comel, rupanya foto2 lainnya ngak ke copy di USB gue, nasib....

Gracia - Bandung

Ah... udah bulan Desember lagi... kalender tinggal selembar, tahun akan segera berganti, hujan sudah mulai turun membasahi bumi, bahkan kadang membuat sebagian daerah banjir, itu yang biasa terjadi dibulan Desember.

Lama ngak ngapdet blog, ternyata banyak yang pengen diceritain.

November 7, bersama temen-temen kecil ex SMPK, gue dan Comel ikutan pergi ke Gracia didaerah Tangkuban Perahu - Bandung.
Dengan sebuah bus kami berangkat kesana, suasana di bis sedemikian ramai dan seru, wuih... lupa deh kalo udah tuwir, ngak ada tuh jaim-jaim, seakan kembali ke masa-masa SMP, ah... indahnya masa itu. Kami seakan ingin mengulangnya kembali.

Ini foto-fotonya, kalo yang cewe2 masih manis dan cantik, paling agak sedikit gemuk, tapi yang cowo... walah.... selain gendut, botak pula....

Selasa, 24 Maret 2009

Lagi-lagi Kawah Putih, lanjut...

Ngelanjut neeh..

Di Atmosphere, kita duduk di depan panggung, dan sempet nyobain escargot yang ditata cantik di sendok, dan hm...yummy..



Penyanyi bertanya, kita dari mana dan dijawab dari Jakarta, ditanya lagi, dalam rangka apa? kita bilang ulang tahun Sukardi.. walah.. padahal itu bohong-bohongan doank, si penyanyi jelas percaya, dinyanyiin happy birthday, dan apakah mau request lagu, dan tau gak lagu apa yang di request? lagu ST 12 (duh ngak bosen2nya minta lagu ST 12), si penyanyi cowo sempet nanya, ada request lagu lain (wah.. gak bisa tuh dia nyanyiin), tapi kita ngak jadi kecewa, penyanyi satunya yang cewe langsung nyanyiin lagu PUSPA, wuih... spontan kita tepuk tangan dan ikutan bareng nyanyiin ref nya.. Mungkin meja sebelah yang beneran lagi ngerayain ultah, bete tuh ngelihat tingkah kita, sebodo...



Jam 20.30 kita balik menuju Jakarta dan tiba kembali di halte BEI jam 22.30. sampai jumpa di rekreasi berikutnya.

Senin, 23 Maret 2009

Lagi-lagi Kawah Putih.

21 Maret

Gue ikutan genk finance & accounting (FA) sebanyak 12 orang untuk jalan2 ke Kawah Putih dsk, jam 7.00 berangkat, ambil makanan box di Sindang Reret untuk makan siang, dan tiba di Kawah Putih jam 11.00, duh... semuanya doyan banget moto, belon puas moto, hujan turun dari rintik2 sampai deras, kita mencoba menepi dan kelihatannya hujan ngak bakal cepat berhenti, kita bergegas mencari saung, ambil box makanan untuk dimakan bersama di saung. Waktu makan, datanglah 4 orang pengamen, nyanyi, dan kita request lagu dari ST 12, ditemani oleh filia dan lani yang berjoget ria, acara makan siang bertambah meriah.

Selesai makan siang dilanjutkan dengan belanja strawberi, makan jagung, minum bandrek dan bajigur, baru meluncur ke walini.



Di Walini, ngak terlalu lama, cuma foto2, nunggu temen2 yang sholat, perjalanan di lanjutkan ke Bandung


Bandung, mampir ke Kartika Sari, makan mi koclok di sudut gang, ke Prima Rasa dan Bawean. Makan malam di Atmosphere di Jl. Lengkong Besar.Sayang hujan terus mengguyur sehingga suasana di atmosphere tidak bisa kita nikmati sepenuhnya, padahal ada kolam renang yang katanya ada ikan besar, ah...

Berhubung udah mau pulang, besok dilanjutkan...

Senin, 24 November 2008

Holy Land Tour - 13 (Gunung Nebo, Aman - Abudhabi - Jakarta)

2 November
Ah.. besok pulang... hari ini kita cuma mengungjungi Wadi Musa, mata air yang terjadi saat Musa mengetukkan tongkatnya di batu karang.

Lalu ke Gunung Nebo, dari ketinggian gunung Nebo inilai Musa sebelum wafat diizinkan Tuhan melihat Tanah Kanaan yang diibaratkan sebagai negeri yang berlimpah susu dan madu seperti yang dijanjikan Allah kepada Bangsa Israel.




Setelah makan siang, kita menuju airport untuk terbang dari Aman - Abudhabi dengan pesawat EY 514 jam 04.05 tiba di Abu Dhabi jam 20.55, sama seperti waktu pergi, tempat duduknya berantakan, gue ngak duduk disebelah enyak gue, gak apa2 lah.. cuman 4 jam koq pisahnya. Wadoh... gue ngak bisa tidur neeh... tetangga gue ngoceh ajaa....

Nyampe di Abu dhabi, gue sempat beli parfum titipan teman, photo2 dan keliling2 airport, masih banyak waktu untuk terbang ke Jakarta. Gue tertidur di bangku tunggu, sampai gue dibangunin enyak gue untuk boarding dll.

Jam 02.30 dengan EY 472 kita terbang ke Jakarta, oh ya... tetep tuker2an boarding pass agar bisa duduk bersebelahan dengan enyak gue. Jam 13.30, gue tiba di jakarta... wuih... jakarta.... back to reality lagi, back to kemacetan, back to daily activities lagi...

Sungguh, merupakan satu berkat yang besar yang diberikan Tuhan sehingga gue bisa menginjakkan kaki di Tanah Perjanjian, ngak cuma sendiri tapi bersama mami gue, wuih.. satu hal yang ngak pernah terbayangkan, ngak pernah gue impikan... Thanks God for everything that You have done for me.

Holy Land Tour - 12 (Yordania - Petra)

1 November
Pagi ini jam 7 kita sudah di bis untuk bersama2 memasuki negara Yordania melalui perbatasan Allenby, tanpa kesulitan apa2 kita memasuki negara Yordania.

Perjalanan panjang untuk sampai ke Petra - The Red Rose yang sangat indah. Petra adalah salah satu dari 7 keajaiban dunia yang menggusur Candi Borobudur.



Jalan yang sempit sepanjang 2 km ditempuh dengan berjalan kaki atau delman (cuma muat 3 orang, 1 sais dan 2 penumpang, harganya USD 40, mahal banget), Kita berjalan diantara batu2 besar yang menjulang tinggi, bagus banget, gue ngebayangin, berjalan didalam gua yang banyak stalaktit dan stalagmit, tapi terbuka, sehingga langit dapat kita lihat, ngak ada kata lain selain bagussss, gak nyesel deh jalan 2 km, padahal jari kaki udah jempol semua dan betis udah segede tales bogor.

Jam 7 malam kita sampai di hotel Panorama, hotel yang terletak dibukit, jadi lobby hotel berada di lantai 3, kalau mau ke kamar, kita harus turun lift ke lantai 0, pindah lift untuk ke lantai kamar, misalnya lantai 4,5 dsb. Begitu juga kalau mau makan di lantai 2, harus turun ke lantai 0 dulu pindah lift baru ke lantai 2, ribet banget kan...

Kamar hotelnya mirip apartemen, ada ruang tamu, microwave, kulkas dll. Berhubung udah cape banget, gue langsung zzzzzz.....

Holy Land Tour - 11 (Yerusalem cont.)

31 Oktober



Pagi ini kita memasuki kota Jericho, kota yang subur dan penuh dengan hasil pertanian seperti buah-buahan. Kita melihat pohon ara yang dipanjat oleh Zacheus si pemungut cukai, yang bertubuh pendek agar dapat melihat Yesus.

Menuju ke Nazareth, kota dimana Tuhan melalui malaikat Gabriel mengabarkan pada Maria bahwa Maria akan mengandung bayi Yesus. Dipelataran gereja ini terdapat mozaik Bunda Maria dari berbagai bangsa. Dari Indonesia Bunda Maria digambarkan dengan berpakaian kebaya.

Sungai Yordan atau biasa disebut dalam bahasa Ibrani "Yardenit" adalah sungai kecil yang mengalir ke laut mati. Disinilah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Gue sempet nyelupin kaki, cuci tangan di sungai ini. Yah.. kan udah dibaptis, jadi ngak perlu dibaptis lagi kan, cukup cuci kaki dan tangan untuk merasain dinginnya air itu.

Ini malam terakhir berada di Yerusalem, gue, tour leader dan beberapa temen sempet jalan2 di sekitar kota, udara dingin menggigit, suasana kota sepi dan terlihat aman, kita jalan2 sampai jam 10 malam baru kembali ke hotel.

Holy Land Tour - 10 (Yerusalem cont.)

30 Oktober
Hari ini kita mengunjugi Gunung Tabor tempat Tuhan Yesus menampakkan diri diapir oleh Nabi Musa dan Nabi Elia, dipermuliakan diatas gunung dengan pemandangan yang sangat indah di Lembah Yezreel.

Mengunjungi Tabgha tempat Tuhan Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan kepada 5000 orang. Didalamnya terdapat mosaik yang menggambarkan keranjang berisi 5 roti dan 2 ikan.

Bukit Sabda Bahagia, disini Yesus berkotbah didepan 5000 orang tanpa pengeras suara, berkotbah mengenai Sabda Bahagia.

Makan siang dengan ikan goreng petrus, rasanya agak hambar, untunglah kami sudah mengantisipasinya dengan membawa cabe rawit, kecap manis dan jeruk limau, wuih... sedap lho... Kenyang makan, kita naik perahu kayu seperti jaman Yesus, di danau Galilea, banyak burung2 berterbangan disekitar perahu kami. Lama perjalanan sekitar 1 jam, pada saat menaiki perahu, kita mengibarkan bendera merah putih, menyanyian lagu Indonesia Raya. Didalam perahu kita juga menari tarian Israel yang diajarkan oleh crew kapal.




Kana, tempat mujizat pertama yang dilakukan oleh Yesus di pesta perkawinan yakni mengubah air menjadi anggur. Disini diadakan acara peneguhan dan pembaharuan janji pernikahan bagi suami istri.

Minggu, 23 November 2008

Holy Land Tour - 9 (Yerusalem cont.)

29 Oktober
Hari ini ke Bethlehem (yang merupakan kota milik Palestina), tour guide kita si Modi yang orang Yahudi tidak diperkenankan masuk, jadi kita menggunakan tour guide lokal. Bethlehem yang menjadi kota tujuan Yusuf dan Maria pada saat terjadi sensus atas keputusan Kaisar Agustus.

Mengunjungi Padang Gembala, dipadang ini ada gereja yang dibangun untuk memperingati kabar gembira yang disampaikan malaikat-malaikan Tuhan kepada para gembala di padang. Lalu mengunjungi Gereja Kelahiran Kristus yang lebih dikenal dengan nama Nativity Church. Didalam terdapat mosaik-mosaik cerita tentang kelahiran Kristus, dan didalam gue dibawah gereja, sebuah bintang perak menandai tempat kelahiran Kristus.



Perjalanan dilanjutkan ke Caesarea, kota kuno dipantai mediterania yang terkenal dengan aquaduct-nya. Melewati Haifa, kota pelabuhan alam yang sangat indah di puncak gunung Karmel. Lalu ke Muhraka, tempat Nabi Elia menantang 450 iman-iman dewa Baal dan mengalahkan mereka. Dari atas sini kita bisa melihat Megido dan Lembah Armagedon yang dipercaya menjadi tempat perang dahsyat menjelang akhir zaman. Terlihat seperti lapangan yang luas, mirip lapangan terbang.

Sebelum ke Laut Mati, kita mampir ke Qumran, disini ditemukan gulungan surat-surat yang ditulis dalam tulisan Ibrani kuno. Ditemukan oleh seorang Beduin yang sedang mencari salah satu kambingnya yang tersesat. Gulungan tersebut ditulis diatas bahan kulit dan papyrus.




Laut Mati, disebut Laut Mati karena laut ini memiliki kandungan garam tertinggi didunia, yakni sekitar 35%. Laut ini tidak memiliki saluran untuk mengalirkan airnya ke tempat lain. Karena kadar garam yang tinggi memungkinkan berat tubuh menjadi sangat ringan, sehingga kita bisa mengapung didalamnya. Gue nyoba untuk ngapung, caranya gampang banget, berjalanlah ke air sampai kira2 sepaha, lalu dorong badan kebelakang, luruskan kedua tungkai kaki, dijamin ngapung tanpa harus melakukan gerak apa2. Cuma jangan terminum airnya, wuih... pahitnya ngak ketulungan, dan jangan mengenai mata, perihnya naujubillah minzalik deh...
Dengan muka belepotan masker lumpur laut mati, kita mengapung dan konon, air laut mati sangat baik untuk kulit.

Kisah tentang laut mati erat hubungannya dengan kisah pemusnahan kota Sodom dan Gomora, ketika keluarga Lot melarikan diri, dan istri Lot menoleh kebelakang sehingga ia berubah menjadi tiang garam.

Kembali ke hotel.

Holy Land Tour - 8 (Yerusalem cont.)

28 Oktober

Hari ini ke Via Dolorosa (jalan salib) yang ditempuh Yesud ari Pengadilan Pontius Pilatus sampai ke Bukit Golgota yang berakhir di Gereja Makam Kudus. Ada 14 stasi di sepanjang jalan ini (jalan yang penuh dengan toko souvenir, toko daging dan buat gue suasananya sudah tidak khusyuk lagi, ancur banget deh).

Gereja Makam Kudus merupakan gereja suci yang berdiri di atas bukit Golgota, dimana penyaliban (versi Katolik) berlangsung.

Kita menuju Tembok Barat yang merupakan pusat kepercayaan bangsa Yahudi setelah Bait Allah kedua dihancurkan. kita masuk Terowongan Bait Allah (Western Wall) yang merupakan penggalian menyusuri lembah barat Bait Allah. Terowongannya panjang dan jalannya kecil, cuma ngak pengap karena sudah dipasang AC.



Tembok Ratapan. Tembok ini adalah situs suci kaum Yahudi. Banyak orang Yahudi dengan baju putih, celana dan jas hitam, berkumpul dan berdoa di depan tembok Ratapan ini, mengharapkan kedatangan Mesias yang akan membebaskan mereka. Mereka menyelipkan kertas-kertas bertuliskan permohonan doa mereka di tembok tersebut. Gue sempet berdoa buat si Ibu pemilik toko tas yang menitipkan doa agar kaki dan dia selalu diberikan kesehatan. Oh ya, pria dan wanita juga masuk terpisah.

Melewati Lembah Kidron kita ke Bukit Sion, Ruang Perjamuan Terakhir, tempat dimana Yesus dan murid-muridnya mengadakan perjamuan terakhir. Terkenal dengan nama Last Supper Room. Bersebelahan dengan Ruang Perjamuan Terkahir adalam Makam Raja Daud, yang merupakan situs Yahudi yang sangat disucikan di Israel setelah Tembok Barat/Tembok Ratapan. Makam ini terbuat dari batu, dilapisi kain sulaman emas bertuliskan tulisan Ibrani.
Untuk memasuki Makam ini, pria dan wanita masuk terpisah dan pria harus menggunakan topi.

Perjalanan di lanjutkan ke Garden Tomb, taman milik Yusuf Arimatea. Di bagian dalam taman ada sebuah goa yang memiliki penutup batu bundar, itulah makam Yesus. Selain itu ada sebuah lembah berbatu yang menyerupai tengkorak manusia, maka inilah Bukit Golgota. Ditempat ini kami mengadakan perjamuan kudus.

Masih bermalam di hotel Renaisance - Yerusalem.

Holy Land Tour - 7 (Yerusalem)

27 Oktober
Wake up call 5.30, makan pagi 6.30, jam 7.30 kita sudah di bis. Hari ini mengunjungi Kolam Bethesda, tempat Yesus menyembuhkan orang lumpuh. Bentuknya bukan seperti kolam, lebih terlihat seperti sumur, kita tidak bisa mencapai lokasi kolam hanya bisa melihat dari atas.

Lalu kegereja St. Peter di Galicantu, dimana Petrus menyangkal Yesus 3 kali sebelum ayam berkokok dan melihat penjara Yesus di rumah Kayafas. Sebenarnya Yesus akan diadili disana, cuma karena hari sudah sore, sehingga Yesus di "amankan" di sebuah penjara dibawah tanah di rumah Kayafas. Penjaranya kecil dan menurut cerita, tubuh Yesus diturunkan dari atas untuk masuk ke dalam penjara tsb. Disebagian dinding berbeda warna, diyakini itu bekas darah Yesus.

Kita berfoto group di Bukit Zaitun yang indah dengan back ground kota Yerusalem Tua, lalu mengunjungi Gereja tempat Yesus terangkat naik ke Surga. Perjalanan di lanjutkan ke Gereja Pater Noster dimana ditulis Doa Bapa Kami dalam 200 bahasa termasuk bahasa Indonesia, Batak dan Jawa. Doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia kita gaungkan disana.




Ke Taman Getsemane, tempat Yesus melewatkan malam terakhir-Nya sebelum ditangkap tentara Romawi. Disini ada pohon zaitun yang berusia lebih dari 200 tahun, dan menjadi saksi saat Yesus berdoa, akar pohonnya sudah menjuntai ketanah. Gereja disini suram sekali, mencoba menggambarkan kesedihan dan penderitaan Yesus menjelang penyaliban.

Jam 6.00 sore kita sudah kembali ke Hotel.

Rabu, 19 November 2008

Holy Land Tour - 6 (Yerusalem via Taba Border)

26 Oktober (lanjutan...)

Jam 10.30 kita melanjutkan perjalanan keluar dari Mesir menuju Yerusalem via perbatasan Taba. Sepanjang jalan, gue tidur, maklum semalem ngak tidur, dan tenaga sudah habis terkuras, bangun cuma waktu berhenti makan siang ato pipis. Abis itu, bablas lagi tidur....

Jam 2.00 sampai di Taba Border, koper harus di bawa masing, kita beriringan ke counter imigrasi Mesir, lalu berjalan menuju gerbang perbatasan. Penjaga gerbang cewe2 muda, cantik, modis, cuma tampangnya judes banget. Antrinya harus bener2 dibelakang garis, koper masuk x-ray, termasuk jaket yang sedang pakai, harus dibuka dan dimasukkan ke x-ray.

Prosesnya lamaaaa banget, akhirnya tanpa insiden apa2, kita memasuki bis yang baru, tour guide yang baru untuk berjalan menuju kota Yerusalem.

Oh.. Yerusalem
Kota Mulia, hatiku rindu kesana...




Jam 7.30 kita sampai di hotel Renaissance, wuiiih... hotelnya gede, rame banget dan tamunya dari berbagai negara, tapi group dari Asia cuma group kita doank, lainnya bule. Ruang makannya juga segede gajah, meja2 sudah di reserved oleh berbagai group, makanan berlimpah2 dan enak. Oh ya, disini air keran bisa diminum, jadi ngak harus beli air minum, cuma jangan berharap rasanya seperti air mineral yang biasa kita minum, agak2 bau kaporit (?), gue menyiasatinya dengan memasukkan sepotong kecil jeruk lemon, nah.. hilang deh baunya, airnya pun jadi enak diminum.

Sehabis makan malam, gue langsung masuk kamar ... tidur... masih belon kebayar neeh, ngantuknya...

Minggu, 16 November 2008

Holy Land Tour - 4 (Cairo - Gunung Sinai)

25 Oktober
Wake up call jam 5.30, makan pagi 6.30, kumpul di lobby hotel jam 7.30.
Hari ini ke Gereja Gantung - terletak di Kota Lama Kairo, gereja yang dipelihara oleh aliran Kristen Orthodox (Koptik) disana ada 12 tiang yang menggambarkan kedua belas murid Tuhan Yesus. Gereja yang kokoh tersebut berfondasi diantara 2 gunung batu (?), enggak ada fondasi seperti layaknya suatu bangunan.

Ah.. akhirnya gue bisa juga melihat universitas Al Azhar dan daerah sekitarnya, gede lho... arealnya, walaupun ngak turun, tapi bis mengitari areal tersebut, selain ada universitas, ada tempat pondokan, rumah sakit dan toko2 disekitar areal tersebut. Jadi ngebayang jalan-jalan di pertokoan dan ketemu si Azam di situ, hiy...

Menurut Heidi (tour guide dari Mesir), jarang sekali turun hujan, dan merupakan blessing kalau hujan, cuma akibat hujan semalem, beberapa ruas jalan ditutup karena banjir sehingga beberapa kali bis kami harus mencari jalan lain agar tidak terjebak kemacetan.

Perjalanan ke St. Catherine (kaki gunung Sinai) memakan waktu 7 - 8 jam, jauh ya... ditengah perjalanan kami sempat mampir ke Mara - tempat Nabi Musa merubah air pahit menjadi air tawar, melewati Elim tempat 70 pohon kurma.

Jam 21.30 baru kami tiba di hotel Mount Sinai, lapaaaaar, dingin dan cape banget, ngebayang makan indomie, duh... nikmatnya.... terlebih lagi setelah ngelihat menu makanan yang disediain, walah.... ngak ada yang bisa gue makan (parah banget ngak tuh, secara gue orang yang doyan makan segala, kali ini gue ngak bisa makan), menunya bener2 menu mesir (barangkali), rasanya gak ada yang bener di lidah gue, gak karu-karuan semua, akhirnya gue cuma makan sepotong roti keras yang gue celupin kedalam soup kacang (gak tau jenis kacang apa, yang penting hangat).

Selesai dinner yang kemalaman, langsung bagi kamar, dan siap2 untuk berangkat naik gunung Sinai, kumpul di lobby hotel jam 01.30 pagi. Sampai di kamar, gue langsung pakai perlengkapan naik gunung, celana kaos ketat (kayak leging), celana kain, kaos kaki 2 lapis, kaos tangan panjang 2 lapis, 1 sweater, trus tidur... lumayan masih ada 1 jam buat ngelempengin badan.

Jam 1.30 alarm bunyi, gue samber jaket, sarung tangan kulit, ponco, pake sepatu, lari ke Lobby, setelah kumpul, naik ke bis menuju ke pintu masuk gunung Sinai.

Cerita naik gunungnya... bersambung....

Rabu, 12 November 2008

Holy Land Tour - 3 (Cairo)

24 Oktober
Jam 9 pagi kita meninggalkan hotel menuju ke Gyza Pyramids - piramida raksaksa yang menjadi kekhasan negeri Mesir, yaitu kuburan raja-raja Mesir, ada 3 piramida raksasa disana dan ini merupakan salah satu keajaiban dunia.

Ngak jauh dari piramida2 tsb terdapat patung Sphinx - patung yang merupakan penjaga makam raja2 mesir yang berbentuk kepala manusia dan berbadan singa. Patungnya masih berdiri tegak, cuman hidungnya agak2 bolong karena rusak, udah tua kali ya...



Perjalanan dilanjutkan ke Gereja St. Simon the Tanner atau yang biasa disebut Gereja Sampah. Untuk mencapai gereja tersebut, bis tidak bisa masuk, harus menggunakan mobil yang lebih kecil, sejenis L300, melewati tumpukan2 sampah yang baunya gak terkatakan, hiy... ada bangkai anjing... bayangin aja kalo kita ada ditempat pembuangan sampah, wanginya 777 rupa khan...

Oh ya, waktu mau ganti mobil, hujan rintik2, dan kita melihat badai ditengah gurun, debu2 beterbangan naik barengan dengan air hujan yang turun, seperti kabut, cuma warnanya tidak putih, tapi kecoklatan.

Diujung jalan itu terdapat 2 bangunan gereja yang aroma sampahnya masih sangat tercium, tapi bangunannya buaguuusss banget, kita sempat ngadain kebaktian singkat disana, dan berhubung hujan tambah deras kita langsung kembali ke mobil.

Dinner di dalam kapal yang melayari sungai Nil selama 2 jam, dengan hiburan menyaksikan pertunjukan nyanyi dan tari perut. Kapal terdiri dari 3 lantai, setiap lantai, kira2 bisa memuat 100 orang. Makannya "buffet", tapi "buffet" ala Mesir (^-^), yang boleh diambil sesukanya, cuma salad dan desert, main menunya, di sendok in sama pelayan restoran, jadi ngak bisa minta lebih atau minta kurang, udah terima sesuai dengan yang diberikan. Rasa makanannya, ngak jelas... tapi buat gue, masih bisa ke makan lah ...

Setelah makan malam selesai, disuguhi lagu2 padang pasir yang dinamis, dinyanyikan oleh 1 cowo yang aduh... ganteng banget, dan 1 cewe yang cuantikkk... barulah tari perut dimulai wuih... badan penarinya lentuuuurrr banget, mukanya sih ngak terlalu cantik, tapi kulitnya putih dan sexy boo... selesai menari dia mendekati pengunjung, lalu ada tukang foto yang memotret, kalo mau tebus fotonya USD 7 saja.

Selain tari perut, ada juga tarian yang dilakukan oleh orang cebol dan cowo ganteng, nama tariannya gue lupa, penarinya memakai rok yang lebar dan rok tersebut bisa diputar2 lewat tangan, kepala, pokoknya muter2 disemua tempat, keren dan membutuhkan konsentrasi tinggi.

Jam 10 malam kembali ke hotel.... cape dan rasanya koq masih jet lag .... ngantuk banget....

Holy Land Tour - 2 (Jkt-Abudhabi-Cairo)

23 Oktober
Jam 12.30 kita udah nyampe di airport, kumpul di depan O lala Cafe, dari jauh udah kelihatan tuh tas2 yang bentuk dan warnanya seragam - coklat muda, tas pemberian Gracia yang ukurannya bisa dibawa ke kabin pesawat, wuih.. rame banget, koq banyak ya... muka2 yang ngak gue kenal, ternyata Gracia memberangkatkan 2 group pada saat bersamaan. Group gue yang dipimpin oleh Ewan (tour 12 hari) dan Sonya (11 hari).

Pembagian buku acara, name tag, pasport, fiskal, dan tiket dibagikan, berdoa yang dipimpin oleh Pembimbing Rohani Pdt Setiawan, lalu bersama2 menuju imigrasi, nunggu lagi di Gate E1, baru memasuki pesawat jam 3 sore. Pesawat Etihad Airways (EY 471) bermuatan 300 orang, terbang langsung dari Jakarta - Abudhabi diperkirakan tiba jam 20.15 waktu setempat.

Lama penerbangan kira2 7 jam (Jakarta 2 jam lebih awal dari Abudhabi), asyik... gue mo tidur aja .... tapi waktu lihat2 film apa aja yang diputer selama mengudara, eh.. ada film ayat2 cinta lho, nonton ah.... cuma sayang, suaranya ngak terlalu bagus, film ato head phone gue yang erorr, gak tau deh... alhasil film tersebut gak selesai gue tonton.

Setelah makan 2 kali, mendaratlah di Abudhabi untuk transit selama 5 jam, sebelum melanjutkan perjalanan ke Cairo, airportnya crowded banget, banyak tampang2 orang Indonesia, yang mungkin mau melanjutkan perjalanan ke Indonesia atau ke Arab Saudi.


Untuk ngabisin waktu, gue keliling airport sambil lihat2 kira2 apa yang bisa dibeli, enggak beli sekarang sih, karena nanti waktu pulang, transit juga di Abudhabi, jadi saat ini cuma screening aja. Wah.. mo beli apa? dollar lagi mahal euy... paling2 beli parfum kali ya...



Berhubung masih lama, gue coba tidur di bangku, tapi ngak bisa, berisik banget, hampir tiap menit ada pesawat yang akan berangkat, di informasikan dalam bahasa Inggris dan Arab, belon lagi panggilin penumpang yang udah kudu masuk pesawat tapi masih keliaran, uh.... berisiiiiiiiikkkkkkk.

Dengan EY 651, kita menuju ke Cairo. Ewan (tour leader) udah bilang, no. seat yang diberikan oleh Eithad, tidak sesuai, contohnya suami istri diberikan tempat duduk yang tidak berdampingan, jadi sebelum naik ke pesawat, kita tukar menukar boarding tiket terlebih dahulu. Tiket gue ditukar dengan Ibu Imia Kosasih, supaya gue bisa duduk bersebelahan dengan enyak gue. Hhehee... ternyata ngak cuman tukar menukar kado, tukar menukar duit, ada juga tukar menukar boarding tiket. Tapi gue pikir2 ngeri lho... kalo terjadi kecelakaan, hiy... amit2 deh, bisa2 yang disangka udah "lewat" ternyata masih hidup, nah looo....

Jam 3.30 pagi kita menginjakan kaki di airport Cairo, lagi nunggu bagasi, eh... kayaknya gue kenal tuh sama peserta tour yang gak segroup ama gue, gue tegor, Cici Lucia ya.... ternyata betul, ci Lucia itu pernah jadi pembimbing gue dan doger2 waktu di Komisi Remaja. Ngak nyangka bisa ketemu lagi setelah berpuluh2 tahun. Senangnya, bisa bernostalgia sambil nunggu bagasi.

Subuh itu kita check in di Hotel Novotel, dingin mengigit, rasanya masih kayak mimpi bisa ada disini. Mumpung ada di Cairo, gue penasaran pengen lihat Universitas Al Azhar yang jadi tempat di novel ayat2 cinta dan ketika cinta bertasbih, semoga aja... bisa lihat ya...

Selasa, 11 November 2008

Tour ke Holy Land with Gracia Mahaloka (1 - Persiapan)

Puji Tuhan, kalo akhirnya gue dan nyokap bisa berangkat ke Tanah Perjanjian, sesuatu yang sudah menjadi impian gue sejak 3 - 4 tahun yang lalu.

Proses untuk memutuskan jadi pergi, ngak mudah. Sebenarnya gue pengen pergi pada waktu Lebaran, bareng Vivi, dengan pembimbing Rohani Frida, tapi berhubung nyokap juga kepingin pergi tanggal 23 dengan Group Lansia (lanjut usia) akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan mengikuti saran temen2, akhirnya gue memutuskan pergi bareng nyokap sekalian jadi pengawal beliau.

Sementara nyokap sendiri belum mantap untuk pergi, karena pertimbangan sakit jantungnya. Lampu hijau diberikan oleh dr. Win (dr. jantung) yang mengizinkan nyokap untuk pergi, karena ada pasien lain yang lebih tua, lebih parah, dapat kembali ke Jakarta dengan selamat, jadi ngak ada alasan untuk tidak pergi. Berbekal ucapan maut dari dr. Win, akhirnya nyokap mantap untuk pergi.

Kami menyerahkan pasport, foto untuk visa Mesir dan membayar DP. Kami pun sibuk mulai memilah2 baju mana yang akan dibawa. Menurut informasi, karena sudah akan memasuki musim dingin, walaupun matahari masih bersinar terik, panas, banyak angin yang mengakibatkan udara terasa dingin. Disarankan untuk membawa jaket yang dapat menghangatkan tubuh.


Rencananya emang gue mo beli koper yang lebih gede dari koper yang gue punya, santai2 nyari, karena ngak berasa kudu harus beli, kalo ada yang gue suka, harganya OK, bolehlah gue beli, ngak juga ngak apa2. Tapi waktu gue keluarin koper, gue baru nyadar, ternyata disisi kiri ada lubang menganga, duh... koper gue sobek....wah... terpaksa kudu mesti harus beli koper baru neeh...

Gue gerilya cari koper, gue cari Golden truly, eh ada tuh koper Polo merah ukuran 24, discount 50% jadi harganya Rp 496.000, boleh lah... gue suka warnanya, merah... ngejreng... jadi gampang kelihatan. Periksa punya periksa, ternyata zipper nya agak2 macet, walah.... cuma itu stocknya ngak ada stock lagi, disarankan untuk cari di Galeria Matahari - Pasar Baru. Gue ngebut ke Pasar Baru, ternyata sia2, adanya cuma warna hitam dan biru, ngak ada yang warna merah. Lemes deh gue...

Karena penasaran, besoknya gue balik lagi ke Golden Truly, mo tanya, selain di galeria matahari, ada dimana lagi, tapi emang koper itu jodoh ama gue, zipper nya ngak kenapa2 tuh, lancar selancar2nya, mungkin kemaren gue ngak tau triknya kali yaah... ngak tau lah.. yang penting, akhirnya itu koper gue jinjing pulang kerumah, cihuy.... senanggg banget gue.

Gue masih kudu nyari security wallet (gue tau ini dari bukunya the naked traveler), bentuknya tipis untuk taruh duit dan pasport, diikat di perut dalam baju, sehingga aman dari pencuri. Nyari barang itu juga susaaaaah.... tanya2 di toko tas, dikasih tau, mungkin ada disalah satu toko di jembatan metro - pasar baru.

Ngak ada barangnya, gue dijanjiin sama si Ibu pemilik toko, tapi sampai detik terakhir barang tersebut ngak berhasil gue dapetin, malah waktu tau gue mo ke Tanah Perjanjian, si Ibu pemilik toko nitip "doa" supaya dia sehat, kakinya ngak sakit lagi. OK lah... kalo ada kesempatan ntar gue doain buat si Ibu, eh... siapa ya namanya tuh Ibu, walah... gue lupa nanya...

Lebaran di Villa Cisarua

Gile benerrrr, udah lama pisan gue ngak nulis, dan makin berasa aja, hari makin cepat berlalu, dan ngak terasa taon ini tinggal 7 minggu lagi, wuiiiiih....

Awal Oktober
Lebaran tiba!!!! seperti taon2 lalu, dan seakan sudah menjadi tradisi, setiap Lebaran, seluruh keluarga besar dari mami, kumpul di villa oom gue di Cisarua. Ada 2 villa dengan 5 kamar, didalam satu lokasi yang gede banget, ada kolam renang, ada tempat main bulutangkis, ada billyard, ada air terjun mini, ada lapangan luas, dan yang penting GRATIS. Total peserta kali ini termasuk anak2 balita sebanyak 26 orang, eh... 29 orang deh, ditambah 3 orang pembantu yang ngak mudik juga ikutan diboyong ke villa. Lumayan bisa mbantu2 nyuci piring geto...

Kita sudah berangkat sejak tanggal 30 September, subuh supaya ngak kena macet, tiba di Cisarua jam 8 an. Malamnya kita mempersiapkan surprise birthday party buat Ella sepupu gue yang ultah tanggal 1 Oktober. Sayang, hal tersebut ngak bisa terlaksana, karena hujan besar sehingga acara memandikannya ditengah malam, batal, ngak tega lah... akhirnya cuma dibuatin Pancake rasa2, dibuat dari tepung, telor, mentega, merica, garam, saos tomat, sambel, kecap pokoknya segala rupa dicampur jadi satu, lalu di goreng. Itulah kue ultah yang harus dihabiskan sendiri oleh yang berultah. Rasanya.... ngak jelas...

Kegiatan selama di villa, makan, bakar jagung, bikin barbeque, bikin tansupe (ketan susu tempe) goreng pisang, tidur, main kartu, berenang, dan cari laya (sejenis keong, bentuknya seperti kerang) yang hidupnya di air tawar, nyarinya di air di antara batu2, pencarian yang mengasyikkan, bikin lupa waktu, nyadar2 kalo pinggang dan kaki udah pegel, karena cara untuk mencari laya adalah dengan berjongkok diantara air yang mengalir (kalo ngak jongkok, pant..t basah donk), bongkar batu2, rogoh2, ntar ketemu deh... sesuatu yang berwarna kuning kehitam2an, nah... itu laya.

Laya2 tersebut kami kumpulkan untuk dimasak (biasanya bisa dapet 1/2 ember, cukup buat ngempanin rakyat 20 orang), cara memasaknya pun gampang (ceileee.... kayak g bisa masak aje..), laya dicuci bersih, jahe, lengkuas digoreng, setelah harum, masukkin laya, aduk2, tambahin air, diamkan sampai mendidih, siap dihidangkan. Soal rasa, uh... jangan tanya gue, gue ngak doyan... heheehehhehee.... dan cuma gue seorang yang ngak doyan, menurut yang doyan, rasanya maknyus...

Tanggal 3 Oktober kita pulang jam 9.00 nunggu one way ke Jakarta, sampai di Jakarta jam 11.00, dengan cucian segunung, duh... ngak ada pembantu lage... si Emi udah niat ngak mo balik lagi, udah ngak mo kerja lagi, mo jadi nyonya besar aja di kampung... hare geene dimane cari pembantu yang model kayak dia ?? rasanya stock kayak gitu udah ngak diproduksi lagi.